Pemerintah Perketat Pengawasan Digital untuk Berantas Judi Online dan Perkuat Keamanan Siber

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pengawasan ruang digital guna memberantas maraknya praktik judi online di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal (Purn) Wiranto, di Kantor Komdigi, keduanya membahas strategi dan kerja sama lintas sektor untuk menangani permasalahan ini secara lebih efektif.

Meutya Hafid mengungkapkan bahwa dalam Rapat Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada November 2024, pemerintah telah menetapkan tujuh Desk Program Prioritas Presiden Prabowo di bidang politik dan keamanan. Dari tujuh desk tersebut, dua di antaranya berada di bawah tanggung jawab Komdigi, yaitu Desk Pemberantasan Judi Online serta Desk Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi.

“Judi online tidak hanya berdampak buruk bagi perekonomian negara, tetapi juga menimbulkan masalah sosial yang luas. Oleh karena itu, kami memperkuat Desk Pemberantasan Judi Online dengan memanfaatkan teknologi serta kerja sama lintas sektor agar upaya ini lebih efektif,” ujar Meutya Hafid, Senin (3/3/2025).

Jenderal (Purn) Wiranto menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam menangani judi online, mencakup aspek hukum, pemblokiran akses digital, serta edukasi literasi digital bagi masyarakat agar tidak mudah terjerumus dalam praktik ilegal ini.

“Kita harus bertindak cepat dan tegas dengan regulasi yang jelas serta penegakan hukum yang kuat untuk menutup celah peredaran judi online,” tegas Wiranto.

Selain pemberantasan judi online, pertemuan ini juga membahas peningkatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Mengingat semakin meningkatnya ancaman kebocoran data dan serangan siber terhadap berbagai institusi, pemerintah berkomitmen memperkuat regulasi serta menerapkan teknologi keamanan yang lebih mutakhir.

“Keamanan digital menjadi prioritas utama, terutama dalam melindungi data pribadi masyarakat dan infrastruktur penting nasional,” lanjut Meutya Hafid.

Wiranto menambahkan bahwa tantangan keamanan siber semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan lebih matang dari berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, serta masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya.

“Dengan langkah konkret melalui Desk Pemberantasan Judi Online dan Desk Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi, diharapkan keamanan digital Indonesia semakin kuat dan mampu menghadapi ancaman dunia maya dengan lebih efektif,” pungkasnya.

Scroll to Top